Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting kembali menarik perhatian publik. Kali ini, bukan karena lagu atau penampilannya di layar kaca. Tetapi karena komentarnya soal kebijakan jam masuk sekolah yang digulirkan oleh anggota DPR RI, Dedi Mulyadi. Melalui akun media sosial pribadinya, Ayu menyampaikan pendapat tegas tentang kebijakan yang menurutnya terlalu membebani anak-anak sekolah.

“Jam masuk sekolah jangan makin pagi dong, kasihan anak-anak harus bangun sebelum Subuh,” tulis Ayu dalam unggahan Instagram Story-nya.
Komentar itu langsung memicu respons dari ribuan warganet. Banyak orang tua yang merasa senada dengan Ayu. Mereka mengeluhkan tekanan waktu yang tidak manusiawi, terutama untuk anak-anak usia dini. Sementara itu, sebagian lainnya membela langkah Dedi yang menilai perubahan jam masuk sebagai upaya untuk mendisiplinkan generasi muda.
Latar Belakang Kebijakan Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi, anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Purwakarta, mengusulkan agar sekolah, khususnya tingkat SD hingga SMA, memulai aktivitas lebih pagi—yakni pukul 05.30 WIB. Ia beralasan bahwa anak-anak perlu dilatih bangun pagi agar tumbuh dengan karakter kuat dan produktif.
Menurut Dedi, keterlambatan anak-anak dalam menyerap nilai-nilai budaya kerja disiplin sering kali bermula dari pola tidur yang berantakan. Maka, dengan memajukan jam masuk sekolah, ia berharap pola hidup sehat dan tanggung jawab bisa terbentuk sejak dini.
“Kalau bangun siang terus, kapan anak-anak terbiasa hidup disiplin?” ujar Dedi dalam salah satu forum diskusi pendidikan di Jawa Barat.
Namun, usulan tersebut menuai pro dan kontra. Banyak kalangan pendidikan, psikolog anak, hingga orang tua murid menilai kebijakan ini terlalu memaksakan, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.
Ayu Ting Ting: Selebriti yang Juga Seorang Ibu
Sebagai seorang ibu tunggal, Ayu memahami tantangan membesarkan anak di tengah jadwal yang padat. Putrinya, Bilqis, kini duduk di bangku sekolah dasar. Dalam beberapa wawancara, Ayu kerap membagikan kesehariannya sebagai orang tua yang tetap terlibat langsung dalam pendidikan anak.
Karena pengalaman itulah, Ayu merasa punya alasan kuat saat menyuarakan pendapatnya soal jam masuk sekolah. Ia tidak sekadar menyampaikan keluhan, tetapi juga mengajak masyarakat berpikir lebih dalam tentang dampak jangka panjang kebijakan tersebut terhadap kesehatan fisik dan mental anak.
“Anak saya sudah bangun jam 4 subuh cuma buat sekolah, terus masih kena macet, masih ngantuk, apa itu baik untuk tumbuh kembangnya?” ucap Ayu saat diwawancarai oleh media hiburan nasional.
Dukungan Warganet dan Kalangan Orang Tua
Sejak pernyataannya viral, ratusan orang tua membanjiri kolom komentar Ayu dengan cerita serupa. Beberapa bahkan mengunggah foto anak-anak mereka yang tertidur di dalam angkot karena harus berangkat sekolah terlalu pagi. Banyak pula yang mengaku anaknya sering mengantuk di kelas dan kehilangan konsentrasi karena waktu tidur yang terganggu.
Netizen lain menambahkan bahwa tidak semua daerah memiliki akses transportasi yang memadai. Dengan kondisi jalanan yang gelap dan tidak aman, mengirim anak ke sekolah pada dini hari justru meningkatkan risiko kecelakaan atau tindak kriminal.
“Kami tinggal di daerah pinggiran, anak harus naik ojek jam 5 pagi. Jalannya sepi dan gelap. Bahaya sekali,” tulis seorang warganet.
Pemerhati Pendidikan Ikut Angkat Bicara
Tak hanya Ayu, sejumlah pemerhati pendidikan turut menanggapi. Psikolog anak, Ratna Mustika, menekankan bahwa jam biologis anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Menurutnya, anak usia sekolah dasar idealnya tidur minimal 9 jam setiap malam. Jika mereka harus bangun pukul 4 pagi, berarti harus tidur sebelum pukul 7 malam, yang tentu sulit diterapkan dalam praktik.
“Kebijakan pendidikan seharusnya berpihak pada anak, bukan justru mengorbankan aspek perkembangan mereka,” kata Ratna dalam sebuah webinar.
Ia juga menyoroti kurangnya kajian ilmiah yang mendasari usulan tersebut. Menurutnya, sebelum mengubah sistem, pemerintah sebaiknya melakukan uji coba terbatas dan melibatkan pihak sekolah serta psikolog sebagai mitra kebijakan.
Pemerintah Diminta Dengarkan Suara Publik
Meskipun Dedi Mulyadi belum menanggapi langsung pernyataan Ayu Ting Ting, beberapa pejabat daerah mulai mengevaluasi kebijakan ini. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, misalnya, menyatakan bahwa jam masuk sekolah perlu menyesuaikan kondisi daerah masing-masing, bukan diberlakukan secara seragam.
Ia menekankan bahwa semangat kedisiplinan harus tetap hadir, namun metode penerapannya perlu mempertimbangkan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan siswa. Ridwan juga menyambut baik keterlibatan publik dalam diskusi kebijakan pendidikan, termasuk dari kalangan selebriti seperti Ayu.
“Semua pihak, termasuk artis, punya hak bersuara. Pendidikan milik bersama,” ujar Kang Emil.
Penutup: Suara Ibu, Suara Hati
Komentar Ayu Ting Ting soal kebijakan jam masuk sekolah menunjukkan bahwa isu pendidikan menyentuh semua lapisan masyarakat. Sebagai ibu, Ayu bersuara bukan karena popularitas, melainkan karena kepedulian. Ia mewakili jutaan orang tua yang ingin anak-anak mereka tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia—tanpa beban yang berlebihan.
Kini, tinggal bagaimana pemerintah merespons. Apakah mereka akan mendengar suara rakyat? Atau justru memaksakan kebijakan yang tidak sesuai dengan realita di lapangan?
Satu hal yang pasti: pendidikan bukan sekadar soal waktu, tapi soal arah. Dan suara orang tua seperti Ayu bisa menjadi kompas yang membantu negara menentukan jalur terbaik.
Baca Juga: Ivan Gunawan Perlihatkan Momen Haru Saat Wukuf

Start earning instantly—become our affiliate and earn on every sale! https://shorturl.fm/6LkFf
Start profiting from your traffic—sign up today! https://shorturl.fm/5nKz1
Start sharing, start earning—become our affiliate today! https://shorturl.fm/vSBVo
Your audience, your profits—become an affiliate today! https://shorturl.fm/badrB
Your audience, your profits—become an affiliate today! https://shorturl.fm/vdDGD
https://shorturl.fm/pP2oj
https://shorturl.fm/14cuP
https://shorturl.fm/AyXha
https://shorturl.fm/Hjld8
https://shorturl.fm/YZqzw
https://shorturl.fm/5ioNP
https://shorturl.fm/iof6S
https://shorturl.fm/513KT